Tampilkan postingan dengan label Kampusiana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kampusiana. Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 November 2008

Mahasiswa Virginia Dukung Obama

Virginia, CakrawalaIDE - Meningkatnya para pemilih muda di Virginia yang secara tradisional merupakan pendukung partai Republik akan membuat kandidat Demokrat Senator Barack Obama menjadi kandidat Demokrat pertama yang akan menang di negara bagian tersebut.

Kekuatan baru yang ditemukan Obama di Virginia ditandai dengan meningkat tajamnya para pemilih baru, yang sebagian besar terdiri para mahasiswa universitas yang ingin lebih banyak terlibat di dalam masalah politik dan ekonomi dibanding dengan pemilihan-pemilihan yang lalu, kata para juru kampanye partainya.

Salah satu peningkatan terbesar pemilih baru tercatat di Blackburg, salah satu benteng pertahanan Demokrat yang dikepung oleh pertahanan Republik di Virginia baratdaya.

Para mahasiswa dari Universitas Teknik Virginia, yang mendongkrak peningkatan itu, berada di barisan terdepan di kantor-kantor baik Republik maupun Partai Demokrat Senin, menjelang pemungutan suara dalam pemilihan presiden Selasa.

Daniel Cavanaugh, 21 tahun mahasiswa senior jurusan keuangan, juga mengatakan akan memilih Obama, dengan rujukan bahwa Senator Illinois berumur 47 tahun itu lebih baik dalam menangani ekonomi AS, dalam kaitannya dengan krisis keuangan yang membelit seluruh dunia saat ini.

Tetapi mahasiswa V-Tech lainnya, Kevin Ferrell mengatakan dia akan memilih McCain, 72 tahun, yang mantan tawanan perang di Vietnam.
Selengkapnya......

Mahasiswa Yogya Paling Dinamis Gunakan TI

Yogyakarta, CakrawalaIDE - Pengguna Teknologi Informasi (TI) di wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dinilai paling dinamis dibandingkan dengan pengguna di daerah lain di Indonesia.

"Selain itu, Yogyakarta sebagai kota pendidikan memiliki banyak pengguna TI dari kalangan mahasiswa dan pelajar," kata Presiden Direktur PT Acer Indonesia, Jason Lim di Yogyakarta, Selasa.

Usai meresmikan Acer Customer Service Center (ACSC) yang pertama di wilayah Jawa Tengah-DIY, ia mengatakan perhatian Acer kepada pengguna TI di daerah ini ditindaklanjuti dengan penandatanganan naskah kerjasama dengan tiga perguruan tinggi yaitu Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) dan Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW).

"Kondisi seperti itu menjadi pertimbangan memilih Yogyakarta sebagai tempat membuka ACSC," kata Jason Lim.
Selengkapnya......

Rabu, 16 Juli 2008

Menakertrans Dibidik Jadi Ketua IKA UMI

Jakarta, Tribun - Anggota kabinet Indonesia Bersatu (KIB) lagi-lagi menjadi bidikan sejumlah Universitas dalam kursi Ikatan Alumni. Setelah Mensesneg Hatta Rajasa (IKA ITB), Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto (Kagama), kini giliran Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Erman Suparno yang digadang-gadang maju mengisi kursi ikatan alumni di Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makasar.
"Pak Erman Suparno akan diberi amanah sebagai Ketua IKA UMI Pusat. Kita berharap secara aklamasi diterima Pak Erman nanti," ujar Zulkarnain Arief, Ketua IKA UMI pusat usai bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla di Istana Wapres, Jakarta, Rabu (9/7).

Dalam kesempatan itu, Menakertrans Erman Suparno turut hadir. Erman merupakan alumnis pertama Fakultas Teknis untuk jenjang pendidikan S2. Namun ketika keterangan pers digelar, Erman memilih untuk tidak ikut serta.
Lebih lanjut menurut Zulkarnain, pergantian kepemimpinan IKA UMI bakal dilaksanakan pada awal Agustus 2008 mendatang. Dan direncanakan, Wakil Presiden Jusuf Kalla akan membuka atau menutup acara Munas IV IKA UMI Pusat ini.
"Munas ini akan dihadiri 45 ribu alumni UMI yang tersebar di seluruh propinsi Indonesia dan bahkan luar negeri untuk bersilaturahmi," paparnya seraya menegaskan, adanya perubahan mendasar dalam AD/ART IKA UMI.
"Ada arahan Wapres agar IKA tidak kaku, dan turut membantu mengatasi persoalan ekonomi kerakyatan. Dengan inilah kita akan merubah AD/ART," katanya.(*)
Selengkapnya......

IAIN Sumut Terima 1.500 Maba

Medan, CakrawalaIDE - Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sumatera Utara akan menerima 1.500 mahasiswa baru pada tahun akademik 2008/2009.
Petugas Humas IAIN Sumut, Syahruddin Siregar, di Medan, Rabu, mengatakan, pengambilan formulir dan pendaftaran dimulai 28 juli 2008, sedangkan pengembalian formulir hingga tanggal 8 Agustus di Kampus II IAIN Jalan Wiliem Iskandar Medan Estatet.

Ia mengatakan, calon mahasiswa yang lolos seleksi nantinya akan ditampung di empat fakultas, yaitu Syraiah, Tarbiyah, Ushuluddin, dan Dakwah, yang masing-masing mengelola Progran S-1,D-3 dan Akta IV dengan 21 program studi (prodi), serta Program Pascasarjana S2, S3 dengan 10 prodi.
"Bagi calon mahasiswa yang berasal dari dalam negeri, uang pendaftarannya Rp150 ribu, dan Rp250 ribu bagi calon mahasiswa yang berasal dari luar negeri," katanya.
Ujian tertulis akan dilaksanakan tanggal 11 -12 Agustus, dan ujian lisan dilaksanakan pada 19 Agustus 2008.
Selengkapnya......

Mahasiswa-Dosen ISI Denpasar Pameran Bersama

Denpasar, CakrawalaIDE - Sebanyak 50 mahasiswa dan dosen Institut Seni Indonesia Denpasar menggelar pameran bersama memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Museum Neka di Perkampungan seniman Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali.
Pameran berlangsung selama sebulan penuh mengusung tema "Perdamaian Dalam Keragaman Budaya", kata perintis dan direktur Museum Neka, Pande Wayan Suteja Neka, didampingi Ketua Jurusan Seni Rupa Murni Fakultas Program Studi Seni Rupa dan Disain (PSRRD) Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar I Made Ruta di Ubud, Rabu.

Di sela-sela persiapan pembukaan pameran, ia mengatakan, kegiatan sebulan penuh mulai Jumat (18/7) itu menyuguhkan 80 karya seni, terdiri lukisan, patung dan kriya.
Pameran tersebut rencananya dibuka oleh Bupati Gianyar Ir Tjok Artha Ardhana Sukawati, MSI dan Rektor ISI Denpasar Prof Dr I Wayan Rai S.
Suteja Neka menjelaskan, pameran kali ini merupakan yang ketiga dalam rangkaian menyambut hari jadi yang ke-26. Dua kegiatan pameran sebelumnya melibatkan seniman Jepang masing-masing Keiichi Baba dan Suzuki.
"Kami terbuka bersinergi dengan lembaga pendidikan tinggi dan berbagai kalangan lainnya dalam mengelola kegiatan yang bersifat pendidikan kemasyarakatan," ujarnya.
Museum Neka yang diresmikan 7 Juli 1982 oleh Mendikbud saat itu, Dr Daoed Joesoef, mempunyai ruangan khusus untuk menggelar pameran lukisan berskala daerah, regional, nasional dan internasional.
Penyelenggaraan pameran yang melibatkan mahasiswa bersama dosen ISI Denpasar tersebut diharapkan berlangsung secara berkesinambungan, tidak hanya saat menjelang perayaan HUT museum.
"Sesuai kerjasama yang telah dirintis antara Museum Neka dengan ISI Denpasar, kami menginginkan adanya kegiatan secara berkala," ujar Pande Wayan Suteja Neka.
Selengkapnya......

Unpatti Buka Program Doktor Kelautan

Ambon, CakrawalaIDE - Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon berencana untuk membuka program doktor bidang kelautan dan perikanan, di samping program magister (pasca sarjana) dan sarjana yang sudah ada saat ini.
Rektor Unpatti, H.B. Tetelepta di Ambon, Rabu, mengatakan, rencana membuka program doktor itu guna menjadikan Unpatti sebagai salah satu universitas negeri terkemuka di bidang kelautan dan perikanan.

"Kondisi geografis Maluku yang terdiri dari ribuan pulau dan dipisahkan laut yang luas dan kaya berbagai sumberdaya kelautan dan perikanan, menjadi salah satu peluang yang harus dimanfaatkan seoptimal mungkin oleh Unpatti untuk kesejahteraan masyarakat, serta pengembangan ilmu pendidikan," katanya.
Visi dan misi Unpatti yakni "Bina Kelautan" juga turut mendorong universitas negeri terkemuka di Maluku itu untuk mengoptimalkan laut sebagai landasan pijak pengembangan ilmu pengetahuan dan peningkatan kualitas sumberdaya manusianya.
"Jika ini terwujud, maka Unpatti akan menjadi satu-satunya Perguruan Tinggi (PT) negeri terkemuka di Indonesia yang dilirik para mahasiswa untuk memperdalam ilmu di bidang kelautan dan perikanan," tambahnya.
Unpatti Ambon juga berencana membuka satu lagi program Magister baru di bidang Pengolahan Lahan Pertanian, di samping empat program magister yang saat ini sudah dimilikinya.
"Kami akan membuka juga program magister di bidang Pengolahan Lahan Pertanian dan sedang dipertimbangkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti)," kata Tetelepta seraya menambahkan salah satu syarat membuka program Magister adalah memiliki program studi induk yang memiliki akreditasi minimal B dari Dirjen Dikti.
Sebagai rektor, ia berharap program-program studi di Unpatti yang memiliki akreditas A dan B dapat memacu diri membuka program studi Pasca Sarjana.
Di masa mendatang, tambah Tetelepta, untuk menjadi dosen di PT, setiap orang harus minimal berijasah Pasca Sarjana, sehingga diharapkan para dosen muda Unpatti harus bisa melanjutkan studi ke Pasca Sarjana.
Mengenai kelanjutan studi bagi para dosen, Tetelepta juga mengungkapkan dalam tahun ini sedikitnya delapan dosen Unpatti menerima beasiswa belajar di luar negeri dari Pemerintah, dan melanjutkan studinya baik untuk program Doktor maupun Magister pada beberapa perguruan tinggi di Jerman, Belgia, Kanada, Rusia dan Australia.
"Diharapkan tahun depan akan lebih banyak lagi dosen yang termotivasi ikut seleksi program ini, karena syarat utamanya adalah harus memiliki TOEFL sesuai permintaan oleh perguruan-perguruan tinggi tersebut, minimal 500," ujarnya.
Tetelepta juga menambahkan, Fakultas Kedokteran sebagai fakultas baru di Unpatti, akan mulai dibuka dalam tahun akademi 2008/2009 ini.
"Kami sudah diinstruksikan bisa menerima mahasiswa baru. Mungkin dalam minggu depan sudah ada pengumuman penerimaannya, karena perangkatnya sudah disiapkan," ujar Tetelepta tanpa merinci kuota penerimaan mahasiswa baru yang akan menjadi angkatan pertama fakultas Kedokteran Unpatti itu.
Selengkapnya......

Senin, 14 Juli 2008

ITS Bawa Wayang ke Finlandia

Surabaya, Cakrawala - Tim Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Maritime Challenge (Tim IMC 2008) membawa wayang Yudistira, tari Remo, dan kain batik untuk mengikuti lomba kebaharian "Atlantic Challenge International" (ACI) 2008 di Jakobstad, Finlandia (27 Juli-3 Agustus).
"Kita bawa wayang kulit Yudistira, tari Remo, dan kain batik untuk meyakinkan dunia tentang budaya Indonesia, sehingga tidak ada klaim negara lain," kata koordinator Tim ITS Maritime Challenge, Fadwi Mukti Wibowo, saat dilepas Rektor ITS Surabaya di kampus setempat, Senin.

Dalam pelepasan yang dilakukan Rektor ITS Surabaya Prof Ir Priyo Suprobo MS PhD itu tampak hadir Sesepuh Jawa Timur HM Noer serta para orangtua dari 17 anggota tim IMC 2008, kemudian belasan anggota tim IMC itu berangkat ke Jakarta.
Menurut rencana, tim ITS Maritime Challenge itu akan dilepas secara resmi oleh Mendiknas Bambang Sudibyo pada 17 Juli mendatang, sedangkan kapal Merdeka yang mengikuti lomba yang diikuti 13 negara itu sudah dikirim pada 28 Mei lalu.
"Di Finlandia, kami akan mempresentasikan diskripsi tentang sosok Yudistira yang merupakan pemimpin Pandawa, sehingga image tentang kepemimpinan di Indonesia akan lebih baik. Kalau tari Remo, kami sudah latihan," kata Fadwi MW.
Tentang persiapan teknis, ia mengatakan pihaknya sudah latihan fisik berkali-kali seperti lari enam putaran, kemudian latihan teknik kelautan juga sudah berlatih empat kali seminggu ketika kapal Merdeka belum dikirim ke Finlandia.
"Kami juga melakukan perubahan kapal Merdeka, diantaranya dayung yang terasa berat menjadi agak ringan, kemudian tiang layar yang sempat patah pada lomba sebelumnya, padahal nilai-nya tinggi, karena itu kami perbaiki dengan kuningan," katanya.
Ditanya negara pesaing yang cukup berat, ia mengatakan dua negara yakni Irlandia dan Finlandia. "Kalau Irlandia memang sudah lama concern ke lomba kebaharian dan anggota tim mereka cukup besar, sedangkan Filandia diuntungkan sebagai tuan rumah," katanya.
Senada dengan itu, Rektor ITS Surabaya Prof Priyo Suprobo mengaku bangga dengan tim ITS Maritime Challenge yang sudah maksimal secara fisik dan mental.
"Mereka sudah belajar dari pengalaman tim-tim ITS sebelumnya, karena itu harapan kami akan membuahkan juara bagi mereka. Insya-Allah," katanya.
Tahun 2004, tim ITS meraih juara umum dalam kejuaraan di Prancis, kemudian dua tahun berikutnya (2006) hanya mampu meraih poin di peringkat ke-4 dari 14 peserta yang berlaga di di Genoa, Italia.
"Kami mentargetkan 'The Spirit of Atlantic Challenge Award' (piala bergilir dalam kejuaraan kebaharian dunia itu) seperti Tim IMC 2002 dan 2004," katanya.
Tim IMC 2008 yang akan berlaga dalam perhelatan rutin dua tahunan yang digelar "Atlantic Challenge Foundation" (ACF) itu, terdiri atas 17 mahasiswa yang terdiri atas 13 putra dan empat putri.
Sementara kapal Merdeka memiliki panjang 11,29 meter dengan tinggi enam meter. Untuk lomba yang diikuti ada 10 kategori, diantaranya lomba layar, dayung, tali temali, navigasi, memindah beban, pertolongan darurat di laut, kerapian, kekompakan, kepemimpinan (leadership), dan sebagainya.
Selengkapnya......

Sabtu, 12 Juli 2008

ISI Denpasar Minati Musik Cetik Lampung

Bandarlampung, Cakrawala - Musik bambu "Cetik" atau "Kulintang Pekhing" yang dikenal sebagai salah satu alat musik tradisi daerah Lampung, terus dipromosikan ke tingkat nasional, termasuk dalam lokakarya yang meramaikan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-30 tahun 2008.
Menurut I Wayan Sumerta Dana, di Bandarlampung, Sabtu, keberadaan Cetik mendapatkan sambutan baik dari Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar.

Ia bersama seniman Cetik Lampung, Syafril Yamin telah berada di Bali untuk mempromosikan musik tradisi Cetik.
Promosi Cetik itu dilakukan melalui workshop di Kampus ISI Denpasar, diikuti 25 orang peserta, terdiri dari dosen dan mahasiswa Jurusan Karawitan ISI Denpasar.
"ISI Denpasar mengagendakan Cetik akan menjadi salah satu materi Kurikulum Musik Nusantara di perguruan tinggi itu," kata Wayan Sumerta yang juga Staf Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lampung itu pula.
Lokakarya di Bali itu menjadi ajang pertukaran wawasan budaya sekaligus dimanfaatkan untuk mempromosikan kekayaan musik tradisi Lampung.
"Harapannya musik tradisional Lampung menjadi salah satu mata kuliah perguruan tinggi seni, salah satunya di ISI Denpasar," kata dia lagi.
Di Lampung, selain Syafril Yamin --salah satu seniman pembuat Cetik yang juga digelari "Raja Cetik" -- bersama Wayan Moccoh yang juga penulis buku notasi Cetik yang menjadi rujukan dalam pelatihan seni tradisi untuk guru di Lampung, termasuk yang gigih terus mempromosikan musik tradisi Lampung itu.
Wayan Moccoh juga telah melakukan penelitian yang menemukan laras Cetik yang dinamakan Laras Pelog Enam Nada, karena ternyata Cetik mempunyai laras yang unik dan berbeda dengan gamelan yang ada di Indonesia.
Lambang nadanya dibuat 3 4 5 7 1 2/1 2 3 5 6. Nada itu selanjutnya oleh Syafril Yamin dinamakan Laras Cetik.
Menurut Wayan Moccoh, peluang Cetik masuk dalam kurikulum di ISI Denpasar, telah disampaikan pihak Jurusan Karawitan PTN seni itu, melalui I Ketut Garwa SSn Msn.
Wayan menyatakan, usai lokakarya di Bali itu, utusan Lampung itu menyerahkan pula cenderamata seperangkat alat musik Cetik dan buku Notasi Cetik, sedangkan I Ketut Garwa dari ISI Denpasar menyerahkan Kipas dan Buku Mudra Edisi Khusus yang diterbitkan ISI Denpasar yang berisi perkembangan seni di Bali.(ANTARA)
Selengkapnya......

Dana Pembangunan Kampus STIH Biak Rp2,4 Miliar

Biak, Cakrawala - Anggaran pembangunan fisik enam ruang kuliah kampus
Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Kabupaten Biak Numfor,Papua, yang mulai
dikerjakan tahun 2008 menghabiskan dana Rp2,4 Miliar.
Ketua Yayasan Kyadiren Biak, Drs H.Najarudin Toatubun MM di Biak,
Sabtu, mengakui, pembangunan kampus permanen STIH seluas satu hektar ditargetkan
selesai pada tahun 2009 sehingga dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa dalam
menyelesaikan studinya.

"Satu kebanggaan jika kampus baru STIH selesai dibangun serta
dimanfaatkan untuk proses perkuliahan mahasiswa," kata Najarudin seusai menyaksikan
peletakan batu pertama pembangunan kampus STIH.
Ia mengatakan, untuk menyelesaikan kampus baru STIH dengan luas lahan
satu hektar pihaknya mendapat bantuan langsung dari pemerintah kabupaten Biak Numfor
maupun provinsi Papua.
Untuk bantuan Pemkab Biak, lanjut Najarudin, pihak Yayasan Kyadiren Biak
mendapat dana sebesar Rp1 M untuk dipergunanakan membiayai tahap awal tiga ruang
kuliah yang permanen.
Sementara anggaran pembebasan lahan serta pemerataan lokasi kampus,
menurut Najarudin, telah menghabiskan dana berkisar Rp300 juta yang bersumber
bantuan pemerintah provinsi Papua.
"Bantuan yang diberikan pemerintah provinsi maupun kabupaten
menyentuh langsung kebutuhan mahasiswa, terutama menyediakan fasilitas ruang
kuliah," ungkap Najarudin.
Dia menyebutkan, program pengembangan kampus STIH kedepan akan
dilanjutkan dengan perluasan fisik bangunan, sarana olahraga bagi mahasiswa serta
lokasi perumahan tenaga pengajar.
Menyinggung peminat STIH hingga tahun 2008, menurut Najarudin,
animo masyarakat Kabupaten Biak Numfor untuk masuk di perguruan tinggi STIH sangat
besar dengan latar belakang yang beraneka ragam, mulai masyarakat
umum,TNI/Polri,PNS,pendeta serta lain sebagainya.
"Tahun 2009 mendatang kami telah menargerkan STIH Biak dapat
meluluskan angkatan pertama, ya ini menjadi program Yayasan Kyadiren untuk
menjadi perhatian berbagai pihak di daerah ini," kata Najarudin.
Peletakan batu pertama pembangunan kampus STIH Biak yang berlokasi di
area lahan satu hektar kawasan Ridge Distrik Samofa dilakukan Bupati Yusuf Melianus
Maryen, Jumat malam.(Antara)
Selengkapnya......